Kasus HIV/AIDS di Kep. Seribu Masih Samar
2007/12/1 8:43:18
Gonjang ganjing masalah penyebaran virus HIV di Kepulauan Seribu hingga kini belum terjawab dengan tuntas. Dari 24 ribu kasus pengidap HIV di Provinsi DKI Jakarta, Kepulauan Seribu hanya kebagian satu kasus itu pun tidak ada pembuktian yang valid mengenai adanya warga Kepulauan Seribu yang menderita penyakit AIDS. Meskipun begitu, petugas KPA Kep. Seribu diharapkan terjun langsung ke lapangan untuk mendapatkan data yang valid.
Wacana penanggulangan penyebaran virus HIV ke wilayah paling bontot di Ibu Kota ini terangkat saat tim Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi DKI Jakarta melakukan supervisi dan tanya jawab dengan KPA Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu di Ruang Pola Gedung Kabupaten, Senin (26/11).
Usai acara, Nita Kepala Koordinasi dan Pengawasan KPA Provinsi DKI Jakarta menyarankan, penanggulangan dan penyebaran virus mematikan itu harus tetap dijalankan. "KPA Kepulauan Seribu jangan terlena dengan kondisi sekarang walau berdasarkan laporan tidak ditemukan kasusnya," katanya kepada pulauseribu.net beberapa waktu lalu.
Menurutnya, pogram penanggulangan harus tetap dijalankan, karena berdasarkan perkiraan, satu kasus AIDS di wilayah bisa dihitung 100 kasus. "Jadi pihak terkait, dalam hal ini KPA Kepulauan Seribu tidak boleh berpangku tangan, dikhawatirkan metodologi gunung es terjadi disini (Kep. Seribu, red)," katanya.
Laporan yang dianggap datar dari Kalahar KPA Kepulauan Seribu memaksa Nita berkomentar, KPA Kep. Seribu harusnya lebih inovatif dalam melaksanakan program tersebut. Saat ini, lanjutnya, model penyuluhan tidak lagi efektif. Petugas harus terjun langsung dan berbaur serta mau mengayomi masyarakat yang rentan terhadap penularan. "Sudah saatnya, KPA turun langsung kelapangan, jangan hanya berdasarkan survai yang belum tentu sesuai dilapangan," tambahnya.
Sementara itu, Kalahar KPA Kepulauan Seribu I Nyoman Banjar menyatakan, KPA Kep. Seribu sudah maksimal menjalankan program kerja penanggulangan penyakit AIDS. Bahkan, sudah tiga kali pihaknya melaksanakan progaram itu di tiga kelurahan di Kepulauan Seribu dengan segmen audiens berbeda, dari tingkat nelayan sampai tingkat pelajar.
Namun, dirinya tidak menjamin penularan itu bisa ditahan, karena mobilitas warga tidak dapat dikontrol apalagi warga tersebut berprofesi sebagai nelayan. "Sangat sulit dikontrol, karena faktor kebiasaan masyarakat nelayan, bila melaut selama 3-4 bulan, selanjutnya bertambat disuatu tempat mereka kadang melakukan hubungan seks tanpa pengaman. Saat itulah kesempatan penularan HIV terjadi. Lalu, mereka pulang kerumah dan bisa saja menularkan kepada istri-istrinya," Ungkapnya yang saat ini juga menjabat Kasudin Kesehatan Kepulauan.
Ia menambahkan, mengenai pemeriksaan kesehatan berkaitan dengan virus HIV yang pernah dilaksanakan, dari 100 sampel hasil pemeriksaan secara rahasia tidak ditemukan darah yang positif mengidap virus HIV."Dalam pemeriksaan yang belum lama ini dilakukan kepada manusia yang beresiko tinggi tertular, dari 100 contoh yang diambil semuanya negatif HIV. Soal metode yang akan kita lakukan kedepan, saya lagi mencari dengan menyesuaikan karakteristik masyarakat disini," pungkas. (furqon)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar