Hidayatullah.com— Direktur Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Prof. Dr. Ahmad Zahro, MA mengatakan, meningkatnya jumlah penderita HIV/AIDS pada tiap tahunnya membuktikan kegagalan manusia menangggulangi masalah itu. Berbagai upaya memberantas HIV/AIDS sudah terbukti gagal. Apa salahnya mulai mencoba cara syariat Islam?
Karena itu, Guru Besar Ilmu Fikih IAIN Sunan Ampel ini menentang keras upaya pencegahan HIV/AIDS dengan cara lama yang selama ini dilakukan pemerintah, baik melalui kondomisasi maupun lokalisasi. Sebagai pengganti, dia menyarankan agar melirik pada syariat Islam.
“Tidak ada cara lain dalam memberantas HIV/AIDS, kecuali dengan menerapkan syariat Islam. Cara manusia sudah terbukti gagal total,” tegas Direktur Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya ini kepada www.hidayatullah.com pagi tadi.
Lebih jauh dia menegaskan, hukum yang dibuat manusia tidak sedikit pun bisa mengeliminasi dan memberantas penyakit tanpa obat itu. Alih-alih terkurangi, justru penyakit tersebut malah semakin massif.
Tak hanya itu, sikap permisifisme masyarakat terhadap seksualitas makin menjadi-jadi. Hal itulah yang belum disadari banyak orang, termasuk pemerintah.
Pria yang pernah kuliah pada Takhassus Tafsir Ayat al-Ahkam Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir ini, juga menentang keras pembagian kondom (kondomisasi) yang tiap tahun kerap dilakukan.
“Saya sangat tidak setuju dan mengecam tindakan kondomisasi. Hal itu tidak lain membiarkan orang berperilaku seks bebas,” tegasnya.
“Memberantas HIV/AIDS kok malah dibuat lokalisasi? Bukankah itu justru menyuburkan prostitusi,” jawabnya. “Lokalisasi itu tidak ada dalam Islam,” imbuhnya.
Beda dengan Islam. Bagi para pezina, baik yang mukhson maupun ghoiru mukhson mendapat hukuman secara langsung. Bagi yang belum menikah (ghoiru muhson) akan dicambuk. Setidaknya hal itu merupakan shock therapy bagi mereka. [ans/www.hidayatullah.com]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar