Submitted by hans on Mon, 02/19/2007 - 16:15
Askesmas Jaksel Drs.Ibnu Hajar mengatakan perkembangan kasus HIV/AIDS di Indonesia telah mengalami peningkatan yang tajam, sampai dengan Juni 2005 telah tercatat sebanyak 7.098 kasus dan 882 diantaranya meninggal dunia. Dari seluruh propinsi di Indonesia, tambah Ibnu, DKI Jakarta menduduki peringkat pertama untuk jumlah kasus HIV/AIDS, ditemukan sebanyak 3.103 kasus.
Berdasarkan hasil respon tahun 2005 menurut Ibnu, cara penularan kasus IMS dan HIV/AIDS terbesar di propinsi DKI Jakarta melalui pengguna narkoba jarum suntik, kemudian disusul dengan hubungan seksual beresiko (berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan kondom).
“Dari kasus yang ditemukan, terdata penularan IMS dan HIV/AIDS paling tinggi terjadi pada golongan usia muda dan produktif,” kata Ibnu usai membuka acara ”Work Shop Kepedulian Mahasiswa dan Pemuda Dalam Rangka Penanggulangan HIV/AIDS Tingkat Kotamadya Jakarta Selatan” di Hotel Maharani, Jl. Mampang Prapatan, Jaksel, Selasa (24/1) lalu.
Berbagai upaya penanggulangan penularan IMS dan HIV/AIDS telah dilakukan Pemda kata Ibnu, diantaranya melalui Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), namun hasil yang dicapai belum optimal, karena adanya berbagai kendala seperti rendahnya peran serta masyarakat, peraturan perundangan yang belum mendukung, adanya stigma dan diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS serta dukungan anggaran yang masih terbatas.
“Keberhasilan penanggulangan HIV/AIDS sangat bergantung pada kemauan politik dan kepeminpinan dalam mengatasi masalah HIV/AIDS yang sangat kompleks serta dukungan dan penanganan yang terkoordinasi antar sektor terkait dan peran serta dari semua pihak, baik pemerintah, swasta, LSM dan seluruh komponen masyarakat, khususnya dari kalangan mahasiswa dan pemuda,” tegasnya.
Guna menekan tingginya tingkat penularan IMS dan HIV/AIDS di Jaksel, Ibnu mengajak para pejabat di lingkungan Kantor Walikotamadya Jakarta Selatan, pimpinan Lembaga non pemerintah, dunia usaha dan masyarakat luas untuk senantiasa bekerja sama lebih intensif, teroganisir, terpadu dan berkesinambungan sesuai tugas dan fungsi masing-masing melaksanakan Kampanye Penanggulangan dan Pencegahan HIV/AIDS agar tidak meningkat terus.
“Mari kita lakukan Kampanye Penanggulangan dan Pencegahan HIV/AIDS Untuk menekan tingginya angka penularan,” himbaunya.
Pada kesempatan lain Kasi Adkesmas Jaksel, Hamim mengatakan maksud dan tujuan diadakan Work Shop Kepedulian Mahasiswa & Pemuda dalam rangka penanggulangan HIV/AIDS adalah untuk meningkatkan pemahaman Mahasiswa dan Organisasi Pemuda mengenai informasi dasar HIV/AIDS sehingga tidak ada lagi stigma dan Diskriminasi terhadap ODHA serta membangkitkan cinta dan kepedulian terhadap permasalahan HIV/AIDS.
Sumber:
http://www.mediajakartaselatan.com/newsv.php?nid=495
Penulis: Bento
Tidak ada komentar:
Posting Komentar